Tentang Miss Belle...

Kamis, 19 Juni 2014

Interpersonal Conflict and Conflict Management


Chapter Twelve:
Interpersonal Conflict
and
Conflict Management
 






















Bella Permana 13140110225
Ilmu Komunikasi G1

Universitas Multimedia Nusantara
2013/2014




KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Mahaagung, berkat kelimpahan inspirasi dari-Nya, sungguh menjadi sumber pengetahuan bagi penulis karena mampu menyelesaikan tugas makalah ini yang membahas Interpersonal Conflict and Conflict Management” pada Bab 12 The Interpersonal Communication Book 11th Ed. oleh Joseph A. DeVito.
Terselesaikannya tugas makalah ini tentunya tak lepas dari dorongan dan uluran tangan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada Universitas Multimedia Nusantara dan juga kepada Ibu Lidia Evelina selaku Dosen Komunikasi Antar Pribadi kelas G1. Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tua, keluarga dan teman -  teman yang selalu mendukung penulis melalui doa dan memotivasi penulis untuk menyelesaikan tugas makalah ini.
Semoga tugas makalah ini dapat bermanfaat, baik sebagai sumber informasi dan bahan belajar bagi pembaca.
                                                                                             Tangerang Selatan, Juni 2014

                                                                                                               Penulis








DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……………………………..................1
KATA PENGANTAR …………………………....................2
DAFTAR ISI …………………......................................…....3

BAB I PENDAHULUAN ...……………………....…....…….4
I.1 Latar Belakang ……………............................…….4
I.2 Tujuan .....................................................................4
I.3 Rumusan Masalah …………………........................4

BAB II LANDASAN TEORI ….....…....................................….5
            II.1 Pengertian Konflik .....................................................5
II.2 Sumber Konflik .........................................................6

BAB III PEMBAHASAN .............................................................7

BAB IV PENUTUP ……………...........................................…..12
IV.1 Simpulan ……………………………..........…..…....12
IV.2 Kritik dan Saran…………….............................…...12

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................13










BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Dalam suatu kelompok dimana didalamnya terjadi interaksi antara satu orang dengan lainnya, mempunyai kecenderungan untuk timbul suatu konflik yang tidak dapat dihindarkan. Konflik terjadi karena orang – orang yang terlibat dalam suatu kelompok tersebut mempunyai karakter, tujuan, visi dan misi yang berbeda – beda.
Konflik merupakan suatu peristiwa yang wajar terjadi dalam suatu kelompok, yang tidak dapat disingkirkan namun bisa jadi kekuatan positif agar suatu organisasi atau kelompok tersebut berkinerja secara efektif.
Maka dari itu, penulis memilih untuk membahas materi Interpersonal Conflict and Conflict Management”, pada Bab 12 The Interpersonal Communication Book 11th Ed. oleh Joseph A. DeVito sebagai bahan materi pembelajaran untuk lebih mengenal konflik interpersonal dan bagaimana memanajemen konflik yang terjadi.

1.2  TUJUAN
Tujuan penulis memilih membahas materi ini karena banyaknya konflik yang terjadi di dalam suatu kelompok karena faktor – faktor tertentu, maka diperlukan manajemen yang tepat untuk menyelesaikan konflik tersebut dan memperbaiki kinerja suatu kelompok.

1.3  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang dan tujuan penulis membahas materi Interpersonal Conflict and Conflict Management” ini, maka didapatkan rumusan masalah yakni sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan konflik?
2.      Apa yang menyebabkan konflik iu terjadi?
3.      Apa dampak yang dapat ditimbulkan dari konflik?
4.      Apa saja prinsip – prinsip dalam konflik antar pribadi?
5.      Apa saja isu – isu dalam konflik antar pribadi?
6.      Apa saja tahapan dalam manajemen konflik?
7.      Apa saja strategi dalam manajemen konflik?


BAB II
LANDASAN TEORI

II.1 PENGERTIAN KONFLIK
Konflik berasal dari kata kerja Latin “configure” yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial atara dua orang atau lebih maupun dalam suatu kelompok, dimana salah satu pihak berusaha menyingirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.
Berikut pengertian konflik menurut para ahli             :
1.                  Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.

2.         Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.

3.         Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.

4.         Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.


5.         Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.

6.         Konflik antarpribadi adalah ketidaksepakatan antara individu yang terhubung yang memandang tujuan mereka masing-masing tidak sejalan: teman dekat, kekasih, kolega, anggota keluarga (Hocker & Wilmot, 2007; Folger, Poole, & Stutman, 2005; Cahn & Abigail, 2007).

II.1 SUMBER KONFLIK
Konflik terjadi antara orang-orang karena orang-orang yang berbeda, dan memiliki kebutuhan yang berbeda dan keinginan. Oleh karena itu, penyebab utama konflik adalah sejauh mana individu berbeda.
Konflik biasanya muncul dari 6 isu dasar:
1.        Kontrol atas sumber daya
2.        Preferensi dan gangguan
3.        Nilai
4.        Keyakinan
5.        Tujuan
6.        Sifat dari hubungan antara mitra








BAB III
PEMBAHASAN
Konflik merupakan suatu peristiwa yang wajar terjadi dalam suatu kelompok, yang tidak dapat disingkirkan namun bisa jadi kekuatan positif agar suatu organisasi atau kelompok tersebut berkinerja secara efektif. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial atara dua orang atau lebih maupun dalam suatu kelompok, dimana salah satu pihak berusaha menyingirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.
Konflik terjadi ketika orang-orang :
► Saling tergantung; apa yang satu orang lakukan, berdampak pada orang lain.
► Sama-sama menyadari bahwa tujuan mereka tikda sejalan; jika tujuan yang satu tercapai, tujuan orang lain akan tidak tercapai.
► Memandang pihak lain sebagai pihak yang menghambat tujuan mereka tercapai.
Mitos tentang konflik            :
► Konflik adalah tanda hubungan yang bermasalah.
► Konflik merusak hubungan.
► Konflik dapat merusak karena menyingkapkan sisi-sisi negatif dari yang terlibat.
► Dalam setiap konflik pasti ada yang kalah dan menang.
► Konflik sebaiknya dihindari, waktu akan menyelesaikannya.
Isu – isu dalam konflik         :
Keintiman: kasih sayang dan seks.
Kekuasaan: tuntutan yang berlebihan, ketidaksetaraan dalam hubungan, persahabatan, atau waktu.
Kelemahan Pribadi: minum, merokok, perawatan diri, dan gaya mengemudi.
Jarak Pribadi: sering tidak hadir dan beban kerja atau sekolah yang berat.
Masalah Sosial: kebijakan politik dan sosial, orang tua, nilai pribadi.
Masalah Ketidakpercayaan: mantan kekasih dan berbohong.
Prinsip – prinsip konflik antarpribadi                    :
1.      Konflik tidak terhindarkan :
► Konflik akan selalu ada dan tak terhindarkan (menurut penelitian: 182 konflik/tahun, 3.5 konflik/minggu).
► Konflik itu normal.

2.      Konflik dapat memiliki dampak negatif dan positif :
Konflik tidak bisa dihindari dan umumnya dipandang negatif oleh masyarakat karena kebanyakan orang tidak tahu bagaimana menangani konflik. Meskipun konotasi negatif, konflik dapat memiliki efek positif maupun negatif.
Negatif       :
► Dapat membawa perasaan negatif
► Menghabiskan energi
► Dapat menyebabkan orang menyembunyikan perasaan
Positif        :
► Memaksa Anda memeriksa masalahnya.
► Dapat mencegah permusuhan
► Mengkonfrontasi konflik menunjukkan kepedulian, komitmen, keinginan untuk memelihara, dan nilai dari hubungan tersebut.
3.      Konflik dapat berfokus pada masalah isi dan atau hubungan :
Isi :  Berpusat pada objek eksternal, peristiwa, dan orang.
Hubungan :
a.       Berpusat pada hubungan antara pihak yang berkonflik, seperti siapa yang bertanggungjawab, kesetaraan atau ketidaksetaraan dalam hubungan, siapa yang berhak menentukan aturan.
b.      Seringkali tersembunyi sebagai konflik isi

4.      Gaya berkonflik memiliki konsekuensi :
Competing : I win you lose
Avoiding: I lose, you lose
Accommodating: I lose, you win
Collaborating: I Win, you win
Compromising: I win & lose, You win & lose

5.      Konflik dipengaruhi oleh budaya
1.      Pilihan topik
2.      Apa yang menyulut konflik
3.      Respon terhadap pelecehan fisik dan verbal
4.      Strategi konflik berbeda
5.      Tipe konflik dan bagaimana menghadapinya
6.      Posisi dalam hierarki organisasi
Tahapan manajemen konflik                       :
1.      Definisikan Konflik
► Definisikan baik masalah isi dan hubungan
► Definisikan problem dalam istilah yang spesifik
► Fokus pada masa kini
► Berempatilah
► Hindari membaca pikiran
2.      Periksalah Solusi yang Mungkin
► Brainstorm seorang diri atau dengan pasangan
► Carilah solusi menang-menang
► Timbanglah untung ruginya
3.      Ujilah Solusi Tersebut
► Ujilah solusi tersebut secara mental
► Ujilah solusi tersebut dalam praktik
4.      Evaluasi Solusi Tersebut
► Bagilah perasaan Anda dan evaluasi Anda akan solusi tersebut.
► Berpikirlah mendalam, jernih, dan jujur tentang solusi tersebut.
5.      Terima atau Tolak Solusi Tersebut
► Lakukan seterusnya.
► Jika tidak berhasil:
                                                                          i.      Carilah solusi lain
                                                                        ii.      Definisikan ulang problemnya
► Belajarlah dari proses tersebut.
► Jagalah konflik tetap dalam lingkupnya
► Seranglah segala perasaan negatif.
Strategi manajemen konflik             :
1.      Menang-Kalah, Menang-Menang (Win-Lose, Win-Win Strategies)
a.       Salah satu pihak menang atau kedua-duanya menang.
b.      Strategi menang-menang menjaga perasaan kedua belah pihak dan membuat kesan konflik bukan sebuah pertarungan, tapi sebuah pemecahan masalah.
2.      Menghindar dan Aktif Melawan (Avoidance and Active Fighting Strategies)
a.       Menghindar: menarik diri, tidak mau bernegosiasi, membungkam lawan dengan cara menangis, pingsan, atau berpura-pura sakit.
b.      Aktif Melawan: mengungkapkan perasaan dan pikiran, mendengarkan, bertanggungjawab atas pikiran Anda.
3.      Paksa dan Bicara (Force and Talk Strategies)
a.       Paksa: memaksakan kehendak sampai menang.
b.      Bicara: jadilah pendengar, tunjukkan empati, ungkapkan perasaan dan pikiran Anda
4.      Menjatuhkan dan Mengangkat (Face-Detracting and Face-Enhancing Strategies)
a.       Menjatuhkan: tidak menghargai orang lain dan memaksa orang lain, contoh: beltlining / low-blow, menyalahkan.
b.      Mengangkat: menghargai pihak lawan dan memberi mereka ruang untuk berbeda pendapat.
5.      Agresif Verbal dan Argumentatif Verbal (Verbal Aggressiveness and Argumentativeness Strategies)
a.       Agresif: menyakiti secara psikologis, menyerang konsep diri orang lain, menyerang karakter, contoh: mengejek penampilan fisik dan latar belakang, sumpah serapah, mempermalukan, mengutuk, memberi nama julukan.
b.      Argumentatif: kesediaan berargumen tentang sudut pandang dan menyuarakan pikiran.
Strategi Menumbuhkan Sikap Argumentatif                    :
1.      Perlakukan ketidaksepakatan dengan objektif. Jangan menganggap orang yang tidak sepakat dengan kita adalah orang yang menyerang kita.
2.      Hindari menyerang orang-nya, seranglah argumen-nya.
3.      Hargai pendapatnya, pujilah pemikirannya.
4.      Hindari menyela pembicaraan.
5.      Tekankan kesetaraan dan kesamaan antara Anda dan dia. Mulailah dari hal-hal yang disepakati, barulah kepada bidang yang tidak disepakati.
6.      Nyatakan ketertarikan Anda pada posisi, sikap, dan pandangan pihak lain itu.
7.      Hindari terlalu emosional dalam mengungkapkan argumen Anda.
8.      Jangan mempermalukan dia.
Strategi Manajemen Konflik Dipengaruhi Oleh    :
► Tujuan
► Keadaan Emosional Anda
► Penilaian Kognitif Anda
► Kepribadian dan Kompetensi Komunikasi Anda
► Sejarah Keluarga Anda












BAB IV
PENUTUP

IV.1 KESIMPULAN
          Dari materi Interpersonal Conflict and Conflict Management” ini, dapat disimpukan bahwa          :
1.      Konflik merupakan permasalahan 2 individu atau lebih, yang saling memiiki tujuan berbeda yang berakibat menimbukan prasaan tidak nyaman atau permusuhan
2.      Konflik tidak dapat disingkirkan, dan wajar terjadi dalam suatu kelompok
3.      Sumber – sumber konflik sederhana berasal dari faktor manusia dan faktor kelompok\
4.      Konflik dapat memiliki dampak negatif dan positif
5.      Konflik tidak dapat dihindarkan
6.      Tujusn manajemen merupakan proses terpadu untuk menerapkan tujuan kelompo dalam penanganan konflik

IV.2 KRITIK DAN SARAN
            Dengan hasil kesimpulan yang didapat, maka setiap konflik yang terjadi diperlukan manajemen yang tepat agar cepat menyelesaikan konflik tersebut dan memperbaiki kinerja suatu kelompok.











DAFTAR PUSTAKA
Devito, The Interpersonal Communication Book 11th Ed.
Sumber lain           :

http://www.slideshare.net/nciezkdpurplelover/makalah-manajemen-konflik