Chapter Twelve:
Interpersonal Conflict
and
Conflict Management
Bella
Permana 13140110225
Ilmu
Komunikasi G1
Universitas
Multimedia Nusantara
2013/2014
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan
kepada Tuhan Yang Mahaagung, berkat kelimpahan inspirasi dari-Nya, sungguh
menjadi sumber pengetahuan bagi penulis karena mampu menyelesaikan tugas makalah
ini yang membahas “Interpersonal Conflict and
Conflict Management” pada Bab 12 The Interpersonal Communication Book 11th
Ed. oleh Joseph A. DeVito.
Terselesaikannya tugas makalah
ini tentunya tak lepas dari dorongan dan uluran tangan berbagai pihak. Oleh
karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada Universitas Multimedia
Nusantara dan juga kepada Ibu Lidia Evelina selaku Dosen Komunikasi Antar Pribadi kelas G1. Tak lupa penulis
mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tua, keluarga dan teman - teman yang selalu mendukung penulis melalui
doa dan memotivasi penulis untuk menyelesaikan tugas makalah ini.
Semoga tugas makalah ini
dapat bermanfaat, baik sebagai sumber informasi dan bahan belajar bagi pembaca.
Tangerang Selatan, Juni 2014
Penulis
Tangerang Selatan, Juni 2014
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……………………………..................1
KATA PENGANTAR …………………………....................2
DAFTAR ISI …………………......................................…....3
BAB I PENDAHULUAN ...……………………....…....…….4
I.1
Latar Belakang ……………............................…….4
I.2
Tujuan .....................................................................4
I.3 Rumusan Masalah …………………........................4
BAB II LANDASAN TEORI ….....…....................................….5
II.1
Pengertian Konflik
.....................................................5
II.2
Sumber Konflik
.........................................................6
BAB III PEMBAHASAN
.............................................................7
BAB IV PENUTUP ……………...........................................…..12
IV.1
Simpulan ……………………………..........…..…....12
IV.2 Kritik dan Saran…………….............................…...12
DAFTAR PUSTAKA
...................................................................13
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam
suatu kelompok dimana didalamnya terjadi interaksi antara satu orang dengan
lainnya, mempunyai kecenderungan untuk timbul suatu konflik yang tidak dapat
dihindarkan. Konflik terjadi karena orang – orang yang terlibat dalam suatu
kelompok tersebut mempunyai karakter, tujuan, visi dan misi yang berbeda –
beda.
Konflik
merupakan suatu peristiwa yang wajar terjadi dalam suatu kelompok, yang tidak
dapat disingkirkan namun bisa jadi kekuatan positif agar suatu organisasi atau
kelompok tersebut berkinerja secara efektif.
Maka
dari itu, penulis memilih untuk membahas materi “Interpersonal Conflict and Conflict Management”,
pada Bab 12 The Interpersonal
Communication Book 11th Ed. oleh Joseph A. DeVito sebagai
bahan materi pembelajaran untuk lebih mengenal konflik interpersonal dan
bagaimana memanajemen konflik yang terjadi.
1.2 TUJUAN
Tujuan
penulis memilih membahas materi ini karena banyaknya konflik yang terjadi di dalam
suatu kelompok karena faktor – faktor tertentu, maka diperlukan manajemen yang
tepat untuk menyelesaikan konflik tersebut dan memperbaiki kinerja suatu
kelompok.
1.3 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang dan tujuan penulis membahas
materi “Interpersonal Conflict and Conflict Management” ini, maka didapatkan rumusan masalah yakni sebagai berikut:
1.
Apa yang dimaksud dengan konflik?
2.
Apa yang menyebabkan konflik iu terjadi?
3.
Apa dampak yang dapat ditimbulkan dari konflik?
4.
Apa saja prinsip – prinsip dalam konflik antar pribadi?
5.
Apa saja isu – isu dalam konflik antar pribadi?
6.
Apa saja tahapan dalam manajemen konflik?
7.
Apa saja strategi dalam manajemen konflik?
BAB II
LANDASAN
TEORI
II.1
PENGERTIAN KONFLIK
Konflik
berasal dari kata kerja Latin “configure” yang berarti saling memukul.
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial atara dua
orang atau lebih maupun dalam suatu kelompok, dimana salah satu pihak berusaha
menyingirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.
Berikut
pengertian konflik menurut para ahli :
1.
Menurut Taquiri dalam
Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang
boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan
ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih
pihak secara berterusan.
2. Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
3. Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
4. Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
5. Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi
merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan
dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.
6. Konflik
antarpribadi adalah ketidaksepakatan antara individu yang terhubung yang
memandang tujuan mereka masing-masing tidak sejalan: teman dekat, kekasih,
kolega, anggota keluarga (Hocker & Wilmot, 2007; Folger, Poole, &
Stutman, 2005; Cahn & Abigail, 2007).
II.1
SUMBER KONFLIK
Konflik terjadi antara orang-orang
karena orang-orang yang berbeda, dan memiliki kebutuhan yang berbeda dan
keinginan. Oleh karena itu, penyebab utama konflik adalah sejauh mana individu
berbeda.
Konflik biasanya muncul
dari 6 isu dasar:
1.
Kontrol atas sumber daya
2.
Preferensi dan gangguan
3.
Nilai
4.
Keyakinan
5.
Tujuan
6.
Sifat dari hubungan antara mitra
BAB
III
PEMBAHASAN
Konflik merupakan suatu peristiwa
yang wajar terjadi dalam suatu kelompok, yang tidak dapat disingkirkan namun
bisa jadi kekuatan positif agar suatu organisasi atau kelompok tersebut
berkinerja secara efektif. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu
proses sosial atara dua orang atau lebih maupun dalam suatu kelompok, dimana
salah satu pihak berusaha menyingirkan pihak lain dengan menghancurkan atau
membuatnya tak berdaya.
Konflik
terjadi ketika orang-orang :
► Saling
tergantung; apa yang satu orang lakukan, berdampak pada orang lain.
► Sama-sama
menyadari bahwa tujuan mereka tikda sejalan; jika tujuan yang satu tercapai,
tujuan orang lain akan tidak tercapai.
► Memandang pihak lain sebagai pihak yang menghambat
tujuan mereka tercapai.
Mitos
tentang konflik :
► Konflik adalah
tanda hubungan yang bermasalah.
► Konflik
merusak hubungan.
► Konflik dapat
merusak karena menyingkapkan sisi-sisi negatif dari yang terlibat.
► Dalam setiap
konflik pasti ada yang kalah dan menang.
► Konflik sebaiknya dihindari, waktu akan
menyelesaikannya.
Isu
– isu dalam konflik :
► Keintiman: kasih sayang dan seks.
► Kekuasaan: tuntutan yang berlebihan,
ketidaksetaraan dalam hubungan, persahabatan, atau waktu.
► Kelemahan Pribadi: minum, merokok, perawatan
diri, dan gaya mengemudi.
► Jarak Pribadi: sering tidak hadir dan beban
kerja atau sekolah yang berat.
► Masalah Sosial: kebijakan politik dan sosial,
orang tua, nilai pribadi.
► Masalah
Ketidakpercayaan: mantan kekasih dan berbohong.
Prinsip
– prinsip konflik antarpribadi :
1. Konflik
tidak terhindarkan :
►
Konflik akan selalu ada dan tak terhindarkan (menurut penelitian: 182
konflik/tahun, 3.5 konflik/minggu).
► Konflik itu
normal.
2.
Konflik dapat memiliki dampak
negatif dan positif :
Konflik tidak bisa dihindari dan umumnya
dipandang negatif oleh masyarakat karena kebanyakan orang tidak tahu bagaimana
menangani konflik. Meskipun konotasi negatif, konflik dapat memiliki efek
positif maupun negatif.
Negatif :
►
Dapat membawa perasaan negatif
►
Menghabiskan energi
►
Dapat menyebabkan orang menyembunyikan perasaan
Positif :
► Memaksa Anda
memeriksa masalahnya.
► Dapat mencegah
permusuhan
►
Mengkonfrontasi konflik menunjukkan kepedulian, komitmen, keinginan untuk
memelihara, dan nilai dari hubungan tersebut.
3.
Konflik dapat berfokus pada masalah
isi dan atau hubungan :
Isi
: Berpusat pada objek eksternal,
peristiwa, dan orang.
Hubungan :
a. Berpusat
pada hubungan antara pihak yang berkonflik, seperti siapa yang
bertanggungjawab, kesetaraan atau ketidaksetaraan dalam hubungan, siapa yang
berhak menentukan aturan.
b.
Seringkali tersembunyi sebagai konflik
isi
4.
Gaya berkonflik memiliki
konsekuensi :
►
Competing : I win you lose
►
Avoiding: I lose, you lose
►
Accommodating: I lose, you win
►
Collaborating: I Win, you win
►
Compromising: I win & lose, You win & lose
5.
Konflik dipengaruhi oleh budaya
1. Pilihan
topik
2. Apa
yang menyulut konflik
3. Respon
terhadap pelecehan fisik dan verbal
4. Strategi
konflik berbeda
5. Tipe
konflik dan bagaimana menghadapinya
6. Posisi
dalam hierarki organisasi
Tahapan
manajemen konflik :
1. Definisikan Konflik
►
Definisikan baik masalah isi dan hubungan
►
Definisikan problem dalam istilah yang spesifik
►
Fokus pada masa kini
►
Berempatilah
►
Hindari membaca pikiran
2.
Periksalah
Solusi yang Mungkin
► Brainstorm seorang diri atau dengan pasangan
► Carilah solusi menang-menang
► Timbanglah untung ruginya
3.
Ujilah
Solusi Tersebut
► Ujilah solusi tersebut secara mental
► Ujilah solusi tersebut dalam praktik
4.
Evaluasi
Solusi Tersebut
► Bagilah perasaan Anda dan evaluasi Anda akan
solusi tersebut.
► Berpikirlah mendalam, jernih, dan jujur tentang
solusi tersebut.
5.
Terima
atau Tolak Solusi Tersebut
► Lakukan seterusnya.
► Jika tidak berhasil:
i.
Carilah solusi lain
ii.
Definisikan ulang problemnya
► Belajarlah dari proses tersebut.
► Jagalah konflik tetap dalam lingkupnya
►
Seranglah segala perasaan negatif.
Strategi
manajemen konflik :
1.
Menang-Kalah,
Menang-Menang (Win-Lose, Win-Win Strategies)
a. Salah
satu pihak menang atau kedua-duanya menang.
b. Strategi
menang-menang menjaga perasaan kedua belah pihak dan membuat kesan konflik
bukan sebuah pertarungan, tapi sebuah pemecahan masalah.
2.
Menghindar
dan Aktif Melawan (Avoidance and Active Fighting Strategies)
a. Menghindar:
menarik diri, tidak mau bernegosiasi, membungkam lawan dengan cara menangis,
pingsan, atau berpura-pura sakit.
b. Aktif
Melawan: mengungkapkan perasaan dan pikiran, mendengarkan,
bertanggungjawab atas pikiran Anda.
3.
Paksa
dan Bicara (Force and Talk Strategies)
a. Paksa:
memaksakan kehendak sampai menang.
b. Bicara:
jadilah pendengar, tunjukkan empati, ungkapkan perasaan dan pikiran Anda
4.
Menjatuhkan
dan Mengangkat (Face-Detracting and Face-Enhancing Strategies)
a. Menjatuhkan:
tidak menghargai orang lain dan memaksa orang lain, contoh: beltlining /
low-blow, menyalahkan.
b. Mengangkat:
menghargai pihak lawan dan memberi mereka ruang untuk berbeda pendapat.
5.
Agresif
Verbal dan Argumentatif Verbal (Verbal Aggressiveness and Argumentativeness
Strategies)
a. Agresif:
menyakiti secara psikologis, menyerang konsep diri orang lain, menyerang
karakter, contoh: mengejek penampilan fisik dan latar belakang, sumpah serapah,
mempermalukan, mengutuk, memberi nama julukan.
b.
Argumentatif:
kesediaan berargumen tentang sudut pandang dan menyuarakan pikiran.
Strategi Menumbuhkan Sikap Argumentatif :
1. Perlakukan
ketidaksepakatan dengan objektif. Jangan menganggap orang yang tidak sepakat
dengan kita adalah orang yang menyerang kita.
2. Hindari
menyerang orang-nya, seranglah argumen-nya.
3. Hargai
pendapatnya, pujilah pemikirannya.
4. Hindari
menyela pembicaraan.
5. Tekankan
kesetaraan dan kesamaan antara Anda dan dia. Mulailah dari hal-hal yang
disepakati, barulah kepada bidang yang tidak disepakati.
6. Nyatakan
ketertarikan Anda pada posisi, sikap, dan pandangan pihak lain itu.
7. Hindari
terlalu emosional dalam mengungkapkan argumen Anda.
8.
Jangan mempermalukan dia.
Strategi
Manajemen Konflik Dipengaruhi Oleh :
► Tujuan
► Keadaan Emosional Anda
► Penilaian Kognitif Anda
► Kepribadian dan Kompetensi
Komunikasi Anda
► Sejarah Keluarga Anda
BAB
IV
PENUTUP
IV.1 KESIMPULAN
Dari materi “Interpersonal Conflict and Conflict Management”
ini, dapat disimpukan bahwa :
1.
Konflik merupakan permasalahan 2
individu atau lebih, yang saling memiiki tujuan berbeda yang berakibat
menimbukan prasaan tidak nyaman atau permusuhan
2.
Konflik tidak dapat disingkirkan, dan
wajar terjadi dalam suatu kelompok
3.
Sumber – sumber konflik sederhana
berasal dari faktor manusia dan faktor kelompok\
4.
Konflik dapat memiliki dampak negatif
dan positif
5.
Konflik tidak dapat dihindarkan
6.
Tujusn manajemen merupakan proses
terpadu untuk menerapkan tujuan kelompo dalam penanganan konflik
IV.2 KRITIK DAN SARAN
Dengan hasil kesimpulan yang
didapat, maka setiap konflik yang terjadi diperlukan manajemen yang tepat agar
cepat menyelesaikan konflik tersebut dan memperbaiki kinerja suatu kelompok.
DAFTAR PUSTAKA
Devito, The
Interpersonal Communication Book 11th Ed.
Sumber
lain :
http://www.slideshare.net/nciezkdpurplelover/makalah-manajemen-konflik